Hari ini dan kemarin

Adakah perbedaan hari ini dan kemarin? Tentu saja ada! Paling tidak cuaca dan lingkungan kita berbeda. Kecuali bila hari ini dan kemarin kita berada pada tempat yang sama dan dengan kondisi yang sama, misalnya terbaring di rumah sakit. Sakit sekalipun, mestinya hari ini dan kemarin sudah berbeda. Bisa lebih baik atau bahkan lebih buruk. Intinya, apa yang terjadi pada diri kita hari ini tidaklah sama dengan kemarin. Bahkan Islam mengajarkan barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin (maksudnya adalah perbuatannya, dikaitkan dengan ibadah) maka ia termasuk ke dalam orang-orang yang merugi.

Aktivitasku pun berbeda antara hari ini dan kemarin. Kemarin aku berada di kampus STAN untuk menghadiri rapat persiapan pengajar STAN Semester Genap TA 2010/2011. Hari ini aku berada di Pusdiklat Pajak. Jelas berbeda kan? hehehe. Selama di kampus STAN kemarin, pagi harinya aku sempat bertemu dengan senior-senior alumniku di STAN. Kami ngobrol ngalor-ngidul (begita kata orang Jawa) alias ngobrol dengan tema acak sambil menunggu agenda rapat persiapan pengajar dimulai. Memasuki gedung G (aula) di kampus itu, seraya ada yang aneh bagiku. Itulah kali pertama aku mengikuti acara di gedung G tersebut bukan sebagai pegawai STAN. Ada rasa nyaman menyeruak karena aku merasa sebagai tamu, bukan sebagai tuan rumah.

Acara siang itu didahulu dengan penjelasan dan pengarah Direktur STAN dan jajarannya tentang kegiatan hari itu. Selanjutnya, sebelum dilakukan rapat pengajar per mata kuliah, seluruh peserta yang hadir diberi pencerahan tentang bagaimana mengajar dengan baik oleh pakar pendidikan, Prof. Dr. Arief Rahman dengan tema teaching with heart.

Di sela-sela break, aku menyempatkan diri nongkrong di subbag TUK untuk sharing pembuatan draf tanggapan hasil temuan audit BPK. Beberapa temuan audit terkait dengan diriku saat masih bertugas di sana. Inilah nggak enaknya menjadi auditee pada satker yang besar seperti STAN: selalu saja ada kesalahan akibat kelalaian, ketidaktelitian, ketidakcermatan. Kealpaan-kealpaan tersebut umumnya disebabkan luasnya tanggung jawab pekerjaan!

Hari ini, aku ngantor di Pusdiklat Pajak. Berada di kantor ini nyaman sekali rasa hati ini. Nggak ada perasaan was-was atas pekerjaan yang dilakukan. Bagiku pekerjaan saat ini relatif sangat rendah risikonya dibandingkan saat di STAN.

Slipi, 9 Maret 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: