Penghapusan Barang Milik Negara

Apakah yang dimaksud dengan Penghapusan Barang Milik Negara?

Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) adalah tindakan menghapus BMN dari daftar barang dengan menerbitkan keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang dan/atau Pengelola Barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik barang yang berada dalam penguasaannya.

Apa sajakah jenis-jenis Penghapusan BMN?

Penghapusan BMN dibedakan menjadi dua yaitu (1) Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna pada Pengguna Barang atau dari Daftar Barang Kuasa Pengguna pada Kuasa Pengguna Barang, dan (2) Penghapusan dari Daftar BMN pada Pengelola Barang.

Apa sajakah persyaratan untuk melakukan Penghapusan BMN?

Persyaratan untuk melakukan Penghapusan BMN dibedakan untuk Objek Penghapusan BMN berupa Tanah dan/atau Bangunan dan Objek Penghapusan BMN berupa selain Tanah dan/atau Bangunan.

Persyaratan penghapusan BMN berupa tanah dan/atau bangunan adalah:

  1. Barang dalam kondisi rusat berat karena bencana alam atau kaarena sebab lain di luar kemampuan manusia (force majeure);
  2. Lokasi barang menjadi tidak sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) karena adanya perubahan tata ruang kota;
  3. Sudah tidak memenuhi kebutuhan organisasi karena perkembangan tugas;
  4. Penyatuan lokasi barang dengan barang lain milik negara dalam rangka efisiensi; atau
  5. Pertimbangan dalam rangka pelaksanaan rencana strategis pertahanan.

Persyaratan penghapusan BMN selain tanah dan/atau bangunan adalah:

  1. Memenuhi persyaratan teknis, yaitu (a) secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusa, dan tidak ekonomis apabila diperbaiki, (b) secara teknis barang tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi, (c) barang telah melampaui batas waktu kegunaannya/kadaluarsa, (d) barang mengalami perubahan dalam spesifikasi karena penggunaan, seperti terkikis, aus, dan lain-lain sejenisnya, atau (e) berurangnya barang dalam timbangan/ukuran disebabkan penggunaan/susut dalam penyimpanan/pengangkutan.
  2. Memenuhi persyaratan ekonomis, yaitu lebih menguntungkan bagi negara apabila barang dihapus, karena biaya operasional dan pemeliharaan barang lebih besar daripada manfaat yang diperoleh; atau
  3. Barang hilang, atau dalam kondisi kekurangan perbendaharaan atau kerugian karena kematian hewan atau tanaman.

Apa sajakah alasan penghapusan BMN dengan cara pemusnahan?

Penghapusan BMN dengan tindak lanjut pemusnahan dilakukan apabila BMN tersebut:

  1. tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, dan tidak dapat dipindahtangankan;
  2. alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan;

Siapakah yang berhak melakukan pemusnahan BMN?

Pemusnahan BMN dilakukan oleh:

  1. pengguna barang setelah mendapat persetujuan pengelola barang untuk BMN;
  2. pengguna barang dengan surat keputusan dari pengelola barang setelah mendapat persetujuan gubernur/bupati/walikota untuk barang milik daerah atau BMD.

Cara-cara apakah yang dilakukan dalam pemusnahan BMN?

Pemusnahan BMN dilakukan dengan cara:

  1. dibakar;
  2. dihancurkan;
  3. ditimbun;
  4. ditenggelamkan dalam laut, atau
  5. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: